SHAUM YANG BERKUALITAS

Ibadah shaum yang berkualitas sesungguhnya hanya mensyaratkan dua hal: iman dan ikhlas. Shaum inilah yang bisa mendatangkan ampunan Allah SWT bagi pelakunya. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw., “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan sepenuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang pernah dia lakukan.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Shaum yang berkualitas sejatinya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga saja. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Bukanlah (hakikat) shaum itu sekadar meninggalkan makan dan minum belaka, melainkan meninggalkan pekerti sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata bohong.” (HR Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Beliau juga pernah bersabda, “Siapa saja yang selama berpuasa tidak meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkannya maka tidak ada nilainya di sisi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. dan para sahabat tentu menjalani ibadah shaum yang berkualitas. Ibadah shaum mereka tidak sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum dan berhubungan suami-istri. Mereka bahkan sering menjalani ibadah shaum berbarengan dengan amal utama lainnya seperti jihad fi sabilillah. Perang Badar al-Kubra, misalnya, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 H. Contoh lain, Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah) yang juga terjadi pada bulan Ramadhan.

Sejumlah peristiwa heroik lainnya dalam lintasan sejarah umat Islam juga terjadi pada bulan Ramadhan seperti penaklukan Andalusia oleh Thariq bin Ziyad, pembebasan Palestina oleh Shalahuddin al-Ayyubi, dll.

Begitulah contoh shaum yang berkualitas. Shaum ini menjadikan pelakunya bukan hanya sanggup menahan lapar dan dahaga, juga menjauhi segala hal yang membatalkan pahalanya, tetapi juga menjadi kekuatan ruhiah luar biasa di medan jihad fi sabilillah.



Leave a Reply

4 × 5 =