Agar Masa Muda Tak Sia-sia

Kebanyakan orang lalai pada masa muda. Apalagi di tengah makin banyaknya godaan kehidupan akibat
kemajuan teknologi. Kaum muda bisa bermain-main dengan smartphone-nya berjam-jam dalam sehari.
Namun, mereka tak sanggup meluangkan waktu, meski hanya lima atau sepuluh menit, untuk sekadar
membaca beberapa ayat al-Quran. Kebanyakan waktu muda habis untuk hal yang sia-sia dan tak
bermanfaat. Ibadah shalat pun sering terlewat. Apalagi hadir di masjid atau di majelis ilmu.

Padahal jelas, Rasulullah saw. pernah menegaskan bahwa di antara lima perkara yang bakal ditanya
oleh Allah SWT di Akhirat kelak adalah tentang masa muda; digunakan untuk apa? Apakah untuk
perkara yang bermanfaat atau yang mafsadat? Apakah untuk hal yang berguna atau yang sia-sia?

Rasul saw. pun menegaskan bahwa di antara tujuh golongan di Akhirat kelak yang bakal Allah SWT
lindungi saat tidak ada perlindungan siapapun kecuali perlindungan-Nya adalah anak muda yang
tumbuh dalam suasana beribadah dan ketaatan kepada Allah SWT (HR al-Bukhari dan Muslim).

Banyak beramal ketika muda tentu lebih baik daripada beramal saat sudah tua. Mengapa? Tentu karena
beramal pada masa muda bisa lebih optimal; karena fisik jauh lebih kuat dan biasanya waktu luang lebih
banyak. Karena itu wajar jika Hafshah binti Sirin pernah menyerukan, “Wahai segenap pemuda, ambillah
kesempatan kalian dalam beramal pada saat masih muda. Tidaklah aku memandang amalan (yang lebih baik) kecuali pada masa muda.” (Ibnu al-Jauzi, Shifat as-Shafwah. 2/241).

Alhasil, agar masa muda tak sia-sia, hendaknya kita isi dengan ragam ibadah dan amal shalih lainnya.



Leave a Reply

two × 4 =