Wajib Mengikuti Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman (yang artinya): Sungguh, demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya (TQS an-Nisa’ [4]: 65).

Dalam ayat di atas Allah SWT menegaskan bahwa manusia baru dapat dikategorikan sebagai Mukmin
ketika mereka telah mengerjakan semua perbuatan yang disebutkan setelahnya, yakni menjadikan
Rasul saw. sebagai hakim dalam perkara apa saja yang diperselisihkan di antara mereka (Al-Baqa’i,
Nadhm ad-Durar, 28/275).

Selanjutnya Allah SWT pun mensyaratkan, siapa pun yang ingin dikelompokkan sebagai Mukmin
bukan saja harus ber-tahkîm kepada Rasulullah saw., namun hatinya juga merasa yakin dan ridha dengan semua keputusan beliau. Artinya, ketundukan pada keputusan Rasulullah saw. itu harus benar-
benar tulus dan total. Rasulullah saw. bersabda, “Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, seseorang di

antara kalian tidak beriman hingga hawa nafsunya mengikuti (risalah) yang aku bawa.” (HR Muslim).
Mengomentari ayat ini, al-Jashash berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa siapa pun yang menolak
salah satu perintah Rasulullah saw. telah keluar dari Islam; sama saja apakah penolakan itu disebabkan
karena ragu, tidak menerima, atau menolak untuk tunduk. Inilah pendapat para Sahabat yang sah ketika
mereka menghukumi murtad orang yang menolak membayar zakat, membunuh mereka dan menawan
tawanan mereka. Sebab, Allah telah menetapkan bahwa siapa saja yang tidak menerima keputusan
Nabi saw. dan hukumnya, tidak termasuk ahl al-imân.” (Al-Jashash, Ahkâm al-Qur’ân, 3/302).



Leave a Reply

two × 2 =