Hidup berkah dengan Al-Quran

Keberkahan adalah seluruh kebaikan yang bersifat ilahiah. Keberkahan mungkin tidak bisa terlihat
langsung secara inderawi, namun bisa dirasakan. Sesuatu bisa dirasakan mempunyai nilai tambah,
padahal lahiriahnya tidak, bahkan mungkin berkurang. Inilah keberkahan. Contohnya adalah harta yang
dizakati dan dikeluarkan infaknya. Lahiriahnya, harta yang dikeluarkan zakat dan infaknya jelas
berkurang. Namun, pada hakikatnya harta tersebut memiliki nilai tambah. Pasalnya, harta yang dizakati
dan dikeluarkan infaknya pasti mendatangkan pahala dari Allah, selain mungkin pula secara tidak langsung mendatangkan rezeki yang lain. Ini keberkahan.

Contoh lain adalah ilmu. Ilmu yang diamalkan, walau sedikit, akan bermanfaat bagi masyarakat.
Ini termasuk tanda-tanda bahwa ilmu tersebut berkah. Demikian pula dengan harta, walau sedikit, tetapi
ternyata bermanfaat untuk kemaslahatan dirinya dan orang lain. Ini juga merupakan tanda-tanda bahwa
harta tersebut berkah. Sebaliknya, meskipun banyak ilmu atau banyak harta, tetapi jika ternyata tidak
banyak bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain, maka keduanya tidak mendatangkan
keberkahan. Sebabnya, boleh jadi karena ilmu atau hartanya dimanfaatkan dalam hal-hal yang tidak
berguna, bahkan bermaksiat kepada Allah. Ilmunya, misalnya, dipakai sekadar untuk mencari harta dan

popularitas. Hartanya, misalnya, dibelanjakan pada perkara-perkara yang haram.
Karena itu jika ingin berkah, kita harus mengikuti al-Quran. Ini sebagaimana firman-Nya (yang
artinya): Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Karena itu ikutilah dia dan bertakwalah agar kalian diberi rahmat (QS al-An‘am [6]: 155).

Berdasarkan ayat di atas, kata Imam al-Qurthubi, al-Quran merupakan sumber keberkahan hidup.
Karena itu hanya dengan mengikuti al-Quran saja keberkahan hidup itu bisa dirasakan oleh setiap Muslim.



Leave a Reply

fifteen − 9 =