Nasihat Berharga Sufyan bin Uyainah

Sufyan bin Uyainah lahir Kufah (Irak) pada tahun 107 H. Ia tumbuh menjadi ulama besar pada zamannya. Ia didatangi banyak murid. Karena keluasan ilmunya, Sufyan bin Uyainah disanjung oleh banyak ulama. Imam Syafii, misalnya, pernah berkomentar, “Kalau bukan karena Malik dan Sufyan bin Uyainah, sungguh akan hilang ilmu di Negeri Hijaz.” (Târîkh al-Kamâl, 11/189).

Sebagai salah seorang ulama terkemuka, tentu banyak hikmah yang keluar dari lisannya yang mulia. Secuil di antara mutiara hikmahnya dinukil oleh Muhammad bin Maimun al-Khayyath yang pernah mendengar Sufyan bin Uyainah berkata, “Jika waktu siangku adalah ketololan dan waktu malamku adalah kebodohan, lalu apa gunanya ilmu yang telah aku kumpulkan selama ini?”

Ibrahim al-Jauhari juga pernah mendengar Ibnu Uyainah berkata, “Ulama yang memelihara ilmunya adalah yang mengamalkan ilmunya.”

Sayyid bin Dawud juga pernah mendengar Ibnu Uyainah bertutur, “Siapa saja yang bermaksiat karena mengikuti syahwat, segeralah bertobat. Ketahuilah, Adam berbuat durhaka karena terbujuk keinginan. Namun, dengan tobat, akhirnya Allah SWT mengampuninya. Akan tetapi, bermaksiat karena sombong bisa jadi pelakunya terlaknat. Ketahuilah, iblis durhaka karena kesombongannya sehingga dia dilaknat.” (Abu Nu’aim al-Asbahani, Hilyah al-Awliyâ’, 7/271).

Abu Ma’mar juga pernah mendengar Sufyan bin Uyainah berkata, “Bukanlah ulama itu orang yang hanya mengetahui kebaikan dan keburukan. Akan tetapi, ulama itu adalah orang mengetahui suatu kebaikan, lalu ia amalkan; yang mengetahui suatu keburukan, lalu ia tinggalkan.” (Abu Nu’aim al-Asbahani, Hilyah al-Awliyâ’, 7/274).



Leave a Reply

nineteen − eighteen =