Biang Kerusakan Menurut Imam al-Ghazali

Mungkin kita pernah bertanya, siapa sesungguhnya biang kerusakan negeri-negeri Muslim, termasuk di negeri ini? Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada Imam al-Ghazali maka beliau sejak lama sudah menyatakan bahwa biang kerusakan itu ada dua: penguasa dan para ulama.  Dalam kitabnya, Al-Ihyâ’ (2/238), beliau tegas menyatakan, “Tidaklah terjadi kerusakan rakyat kecuali dengan kerusakan penguasa. Tidaklah rusak para penguasa kecuali dengan kerusakan para ulama.”

Dalam kitab yang sama Imam al-Ghazali pun menyatakan, “Kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa. Rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Siapa saja yang terpedaya oleh kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil. Lalu bagaimana pula dia hendak melakukan pengawasan terhadap penguasa dan perkara besar?” (Al-Ghazali, Al-Ihyâ’, 2/357).

Mengapa biang kerusakan adalah penguasa? Karena mereka berlaku tidak adil alias zalim kepada rakyatnya. Mengapa mereka zalim? Karena mereka tidak berhukum dengan hukum Allah SWT alias tidak menerapkan syariah Islam. Allah SWT berfirman (yang artinya): Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, mereka itulah kaum yang zalim (TQS al-Maidah [5]: 45).

Lalu mengapa berikutnya adalah ulama yang menjadi biang kerusakan? Karena mereka tidak lagi menjalankan amar makruf nahi mungkar terhadap penguasa yang berlaku zalim. Saat kezaliman penguasa terus dibiarkan oleh para ulama, wajar jika kerusakan negeri akan terus berlangsung. Wal ‘iyâdz bilLâh.



Leave a Reply

5 × one =