Jabatan dan Kekuasaan Bisa Menjadi Fitnah

Saat ini banyak orang yang tergila-gila dengan jabatan. Di antara mereka ada yang benar-benar berambisi menjadi penguasa. Contohnya dalam kasus Pilkada. Betapa banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi kepala daerah, tak peduli harus mengorbankan uang puluhan miliar, demi bisa duduk di tampuk kekuasaan. Padahal jelas, jabatan dan kekuasaan bukanlah sebuah nikmat, melainkan amanah yang bisa menjadi fitnah bagi pemiliknya jika ia berkhianat atas amanah itu.

Terkait itu, Sahabat yang mulia Abu Dzar ra. pernah bercerita: Aku pernah memohon kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengangkatku menjadi pejabat?” Beliau menepuk bahuku dengan tangannya kemudian bersabda, “Abu Dzar, sungguh engkau itu lemah, sementara jabatan adalah amanah, dan sungguh jabatan itu akan bisa berubah menjadi kehinaan dan penyesalan di Hari Kiamat, kecuali orang yang mendapatkan jabatan itu dengan cara yang benar dan menunaikan kewajibannya di dalamnya.” (HR Muslim).

Rasulullah saw. pun tegas menolak untuk memberikan jabatan kepada orang-orang yang memintanya apalagi berambisi terhadap jabatan itu. Abu Musa al-Asy’ari menuturkan bahwa ketika ada orang meminta jabatan kepada Rasul saw., beliau menolak dan malah menunjuk orang lain seraya bersabda, “Demi Allah, kami tidak mengangkat atas tugas ini seorang pun yang memintanya dan tidak pula seorang pun yang berambisi terhadapnya.”  (HR Muslim).

Terkait jabatan pula Rasul saw. menyatakan, “Akan kalian temui manusia yang paling baik dalam urusan (pemerintahan) ini, yaitu mereka yang tidak memiliki selera (nafsu) terhadap jabatan dan kalian temui akan temuai pula orang yang paling buruk dalam urusan ini (yaitu) mereka yang bermuka dua (munafik).” (HR al-Bukhari).



Leave a Reply

9 + 11 =