Kufur Nikmat Mengundang Azab

Bagi setiap Muslim, bersyukur bukan sekadar dianjurkan, tetapi bahkan diwajibkan. Konsekuensinya, jika seorang Muslim tidak bersyukur kepada Allah SWT, ia akan mendapatkan azab-Nya. Ini yang secara lahiriah bisa dipahami dari firman Allah SWT: Ingatlah saat Tuhan kalian memaklumkan, “Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat untuk kalian. Jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (TQS Ibrahim [14]: 7).

Ayat di atas menegaskan bahwa bersyukur kepada Allah SWT akan mendatangkan tambahan nikmat. Sebaliknya, kufur (terhadap nikmat-Nya) akan mengundang azab yang amat pedih. Karena itu kufur nikmat merupakan dosa dan maksiat kepada-Nya. Kufur nikmat sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas akan mendatangkan azab bagi pelakunya. Azab ini hanya akan bisa dihindari dengan selalu bersyukur kepada-Nya. Allah SWT berfirman: Allah tidak akan mengazab kalian jika kalian bersyukur dan beriman (kepada-Nya) (TQS an-Nisa’ [4]: 147).

Alhasil, saat kita kufur nikmat, rugilah kita. Kerugian kita akan jauh lebih besar lagi saat kita menjual akhirat kita demi memperoleh dunia menjual hal-hal yang abadi dengan yang fana menjual kemuliaan untuk mendapatkan kehinaan. Dalam hal ini, Abu Hayan berkata, “Siapa saja yang menjual akhiratnya demi memperoleh dunia, ia berada dalam puncak kerugian. Ini berbeda dengan seorang Mukmin karena ia justru membeli akhirat dengan menjual dunianya hingga ia memperoleh keuntungan dan kebahagiaan.” (Abu Hayan, Bahr al-Muhith, VIII/509).

Alhasil, semoga kita senantiasa bisa mensyukuri nikmat hidup dengan selalu taat kepada Allah SWT. Jangan sampai kita kufur nikmat dengan cara banyak bermaksiat kepada-Nya karena tentu akan mengundang azab-Nya.



Leave a Reply

six − three =