Mari Bertobat Segera

Tobat (tawbah) secara bahasa bermakna kembali  (ruju’). Seorang yang bertobat kepada Allah SWT pada dasarnya adalah orang yang kembali menaati-Nya setelah sebelumnya bermaksiat kepada-Nya. Para ulama memandang bahwa tobat adalah wajib bagi setiap orang atas setiap dosa yang dia lakukan; baik dosa besar atau dosa kecil; baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah, seperti iri dan dengki.

Dalil atas kewajiban bertobat banyak ditemukan dalam al-Quran, as-Sunnah maupun Ijmak. Dalam al-Quran, misalnya, Allah SWT berfirman (yang artinya): Bertobatlah kalian semuanya kepada Allah, wahai kaum Mukmin, agar kalian beruntung (TQS an-Nur [24]: 31).

Allah SWT juga berfirman (yang artinya): Mohon ampunlah kepada Tuhan kalian, kemudian bertobatlah kepada-Nya (TQS Hud [11]: 3).

Allah SWT pun  berfirman (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kalian dengan tobat yang tulus (TQS at-Tahrim [66]: 8).

Baginda Rasulullah saw. juga bersabda, antara lain: “Demi Allah, aku benar-benar beristigfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR al-Bukhari).

Beliau pun bersabda, “Wahai manusia, bertobatlah kalian dan bersitigfarlah kepada-Nya, karena sesungguhnya aku pun bertobat kepada-Nya sehari seratus kali.” (HR Muslim).

Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima tobat orang-orang yang berdosa pada siang harinya. Allah SWT pun meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat orang-orang yang berbuat dosa pada malam harinya.” (HR Muslim).

Alhasil, marilah kita segera bertobat kepada Allah SWT, tanpa menunda-nunda hanya karena kita merasa masih muda. Sebabnya, kematian tak kenal usia. Jangan sampai kita menyesal pada akhirnya.



Leave a Reply

one × two =