Hindari Jalan Yahudi dan Nasrani

Seorang Muslim, minimal 17 kali dalam sehari dalam setiap shalat lima waktu saat membaca Surat al-Fatihah selalu memohon kepada Allah SWT jalan yang lurus (shirat al-mustaqîm). Itulah jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat. Mereka adalah para nabi, para shiddqîn, para syuhada dan orang-orang shalih. Sebaliknya, dalam shalat lima waktu pula, saat membaca Surat al-Fathihah, seorang Muslim menolak jalan orang-orang yang Allah murkai dan orang-orang sesat. Mereka adalah kaum Yahudi dan Nasrani.

Namun sayang, meski hal itu diucapkan setiap Muslim minimal 17 kali dalam sehari semalam, faktanya banyak Muslim yang dalam keseharian mereka menempuh jalan Yahudi dan Nasrani. Mereka berpakaian dengan gaya berpakaian yang mengumbar aurat, berkata-kata kotor dan jorok, terjerumus dalam pergaulan bebas yang mengarah pada perzinaan, bahkan tak sedikit yang kemudian menjadi LGBT. Semua itu tentu bukan jalan Islam, tetapi jalan hidup yang banyak ditempuh oleh kaum kafir Barat yang notabene Yahudi dan Nasrani.

Karena itu penting bagi kita, agar tidak terjerumus ke jalan kaum Yahudi dan Nasrani, merenungkan kembali peringatan Rasulullah saw. yang bersabda, “Kalian benar-benar akan mengikuti tradisi umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan mengikuti mereka.” Kami (para sahabat) berkata, “Ya Rasulullah, apakah mereka itu orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Ya siapa lagi (kalau bukan mereka)!” (Muttafaq ‘Alaih).

 



Leave a Reply

five + 1 =