Demi Bakti kepada Ibu

Berbakti kepada orangtua, khususnya ibu, adalah wajib atas setiap Muslim. Tak terkecuali orang yag sudah sangat ditokohkan oleh masyarakat, termasuk ulama besar sekalipun. Tidak mentang-mentang telah menjadi tokoh atau seorang ulama besar, seseorang lalu tidak hormat dan tidak berbakti kepada orangtua, khususnya ibu. Itulah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Bahkan Rasul saw, mengajari kita untuk lebih hormat dan lebih berbakti kepada ibu kita ketimbang kepada ayah kita.

Terkait hal di atas, ada peristiwa menarik. Suatu saat Ibunda Imam Abu Hanifah berkata kepada Imam Abu Hanifah, “Aku melihat darah (haid) setelah hari-hari suci hingga aku tidak tahu apakah aku harus meninggalkan shalat atau tidak. Karena itu pergilah engkau kepada Abu Abdurrahhman Umar bin Dzurr. Lalu tanyalah dia.” Imam Abu Hanifah pun pergi dan bertanya kepada Umar bin Dzurr menuruti perintah sang Ibunda. Padahal beliaulah ulama yang paling alim pada zamannya.

Sesampai di hadapan Umar bin Dzurr, lelaki itu tertawa, “Anda bertanya mengenai persoalan, sedangkan kami mengambil ilmu dari Anda?!” Imam Abu Hanifah menjawab, “Sungguh, ibuku memerintahkan aku. Beliau memiliki hak atas diriku.” Umar bin Dzurr berkata, “Abu Hanifah, apa yang telah Anda sampaikan mengenai masalah itu?” jawab Imam Abu Hanifah berkata, “Aku berkata demikian, demikian.” Umar bin Dzurr berkata lagi, “Pergilah dan katakanlah kepada Ibu Anda demikian, demikian.” Lalu pulanglah Imam Abu Hanifah dan berkata kepada sang Ibunda dengan penuh adab, “Abu Abdurrahman Umar bin Dzurr berkata untuk Ibu demikian, demikian.” (Manâqib Imâm Abî Hanîfah li al-Qurdi, 2/403).



Leave a Reply

one × 1 =