Rasul saw Mencela Muslim yang Tak Shalat Berjamaah di Masjid

Shalat berjamaah memang sunnah, namun termasuk sunnah yang sangat utama. Karena itu meski sunnah, Nabi saw. sangat keras menganjurkan shalat berjamaah, sekaligus mencela mereka yang tidak mau menunaikannya. Rasulullah saw., misalnya, bersabda, “Siapa saja yag mendengar seruan azan (di masjid), tetapi tidak memenuhinya tanpa suatu uzur pun, maka shalat yang dia kerjakan (di rumah) tidak akan diterima.” Para Sahabat bertanya, “Apa uzurnya?” Jawab beliau, “Ketakutan dan sakit.” (HR Abu Dawud dan Ibn Hibban).

Nabi saw. juga bersabda, “Kebatilan di atas kebatilan, kekufuran di atas kekufuran, yaitu orang yang mendengar panggilan muazin untuk mendirikan shalat, namun ia tidak memenuhi panggilannya.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani).

Nabi saw. pun bahkan pernah bersabda, “Sungguh saya ingin memerintahkan para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar yang banyak, kemudian akan saya datangi orang-orang yang shalat di rumahnya tanpa uzur, dan akan saya bakar rumah-rumah mereka.” (HR Muslim dan Abu Dawud).

Dengan beberapa hadis yang bernada ’keras’ di atas, wajarlah jika sebagian Sahabat dan generasi salaf memandang shalat berjamaah di masjid wajib bagi mereka yang kebetulan tinggal di rumahnya, dan meninggalkannya adalah haram. Imam Hanafi, misalnya, berpendapat bahwa orang yang shalat sendirian di rumah, dan tidak berjamaah di masjid, maka meski shalatnya sah, ia tetap berdosa.

Alhasil, marilah kita senantiasa berusaha sungguh-sungguh menunaikan shalat berjamaah, di tengah kesibukan dan kelelahan kita menunaikan setiap amanah.



Leave a Reply

17 − 13 =