Jangan Merasa Aman dari Azab-Nya

Para Sahabat Rasulullah saw. adalah orang-orang yang paling takut kepada Allah SWT setelah Baginda Rasulullah saw. Padahal sebagian mereka telah dijamin masuk surga. Demikian pula para tâbi‘în dan generasi sesudah mereka. Kebanyakan mereka adalah generasi yang mengisi hari-harinya dengan amal-ibadah; malam-malamnya diisi dengan zikir, tilawah al-Quran dan qiyamul lail; siangnya sering diisi dengan shaum sembari tetap mencari nafkah, berdakwah bahkan berjihad (berperang) di jalan Allah. Namun demikian, rasa takut mereka terhadap Allah SWT begitu luar biasa.

Lalu bagaimana dengan generasi Muslim saat ini? Sungguh, mereka sepertinya tetap merasa ’enjoy’ dengan berbagai kemaksiatan dan kezaliman yang ada. Padahal Allah SWT berfirman (yang artinya): Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? Ataukah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu? (TQS al-Mulk [67]: 16-18).

Allah SWT juga berfirman (yang artinya): Apakah mereka tidak melihat bahwa sungguh Kami mendatangi bumi, lalu Kami mengurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya); tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya (TQS ar-Ra’d [13]: 41).

Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud dari “Kami mengurangi bumi itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya” adalah dengan tenggelamnya sebagian bumi, gempa dan berbagai macam bencana. Semua ini adalah semata-mata atas kehendak Allah SWT (Lihat: QS at-Taubah [9]: 51).

Jadi, masihkah kita merasa aman dari azab Allah SWT?



Leave a Reply

three × four =