Pentingnya Rasa Takut Terhadap Azab Allah SWT

Perilaku kebanyakan kita hari ini menunjukkan bahwa kita seolah-olah tidak takut terhadap azab Allah SWT. Buktinya, menerapkan hukum-hukum kufur, mencampakkan hukum-hukum Allah, menerapkan hukum secara tidak adil dan berlaku lalim terhadap rakyat tidak lagi dipandang maksiat. Korupsi, kolusi dan suap-menyuap sudah dianggap biasa; tak lagi dipandang sebagai dosa. Riba, judi, dan berlaku curang dalam bisnis sudah dianggap lumrah; tak lagi dipandang sebagai ‘musibah’. Mengobral aurat, bergaul bebas, selingkuh dan zina sudah dianggap nikmat, bukan dipandang sebagai perbuatan laknat. Demikian seterusnya. Perilaku demikian nyata sekali menunjukkan bahwa kebanyakan generasi Muslim saat ini adalah orang-orang yang berani menantang azab Allah SWT yang mahadahsyat. Padahal, jika ada sedikit saja pada diri mereka rasa takut kepada Allah SWT, mereka tentu akan selalu berusaha meninggalkan semua perbuatan terkutuk tersebut.

Tentu, sepantasnya kita malu dengan generasi shalafush-shalih. Bagaimana tidak. Sebagian mereka sudah mendapatkan jaminan Allah SWT untuk masuk surga. Namun, toh rasa khawatir dan takut kepada Allah SWT yang luar biasa menyelimuti sebagian besar kalbu mereka. Simaklah kembali kekhawatiran dan rasa takut Umar ibn al-Khaththab ra., salah seorang sahabat besar Rasulullah saw. yang telah dijamin masuk surga, saat beliau bertutur, “Pada Hari Kiamat nanti, jika diumumkan bahwa semua manusia akan masuk surga, kecuali seorang saja yang masuk neraka, maka aku khawatir bahwa yang seorang itu adalah aku karena dosa-dosaku begitu banyak.”

Karena itu benarlah Abu Sulaiman Darani saat berkata, “Kecelakaanlah bagi jiwa yang kosong dari rasa takut kepada Allah SWT!”



Leave a Reply

13 + 6 =