Wajib Mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya

Setiap Muslim yang mengaku beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya pasti mencintai keduanya. Lalu apa makna mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya?

Azhari berkata, “Arti cinta seorang hamba kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.”

Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat.”

Al-Zujaj berkata, “Cinta manusia kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya, ridha atas segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw.”

Karena itu cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah jenis cinta yang terikat dengan pemahaman syariah (mafhûm syar’i). Cinta semacam ini hukumnya wajib. Dalilnya antara lain firman Allah SWT (yang artinya): Di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintai tandingan-tandingan itu sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah (TQS al-Baqarah [2]: 165).

Maknanya, orang-orang beriman itu lebih besar kecintaannya kepada Allah dibandingkan dengan kecintaan orang-orang musyrik kepada “tuhan-tuhan” tandingan selain Allah SWT.

Dalil lainnya adalah firman Allah SWT (yang artinya): Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-Nya.” Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasik (TQS at-Taubah [9]: 24).



Leave a Reply

fifteen − fifteen =