Delapan Nasihat Umar bin al-Khathab ra.

Wadiah al-Anshari berkisah bahwa ia mendengar Umar bin al-Khathab ra. pernah menasihati seseorang, “Janganlah engkau membicarakan urusan yang tidak engkau perlukan. Kenalilah musuhmu. Waspadalah dari temanmu, kecuali yang terpercaya. Tidak ada orang terpercaya kecuali yang takut kepada Allah SWT. Janganlah engkau berjalan bersama seorang pendosa sehingga dia akan mengajari kamu sebagian dosa-dosanya. Jangan pula engkau beri tahukan rahasiamu kepada dirinya. Janganlah engkau bermusyawarah tentang urusanmu kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (Ibn al-Jauzi, Shifah ash-Shafwah, hlm. 109).

Dari nasihat Umar bin al-Khathab ra. di atas bisa dijelaskan: Pertama, kita didorong untuk membicarakan perkara-perkara yang bermanfaat, bukan yang sia-sia alias tidak berguna. Kedua, kita dianjurkan untuk mengenal siapa musuh kita. Musuh kita tentu kaum kafir yang memerangi Islam, bukan sesama kaum Muslim. Ketiga, kita ditekankan agar selalu berhati-hati dalam berteman dan hanya berteman dengan orang yang bisa dipercaya. Keempat, kita disadarkan bahwa orang yang dipercaya hanyalah orang yang bertakwa alias takut kepada Allah SWT, bukan orang fasik yang gemar beerbuat dosa kepada-Nya. Kelima, kita tidak berteman dengan orang-orang yang gemar berbuat maksiat karena kita bisa terjerumus pada kemaksiatan yang sama. Ketujuh, kita harus menjaga rahasia dari para pendosa yang sangat mungkin tidak bisa menjaga rahasia kita. Kedelapan, anjuran agar kita bermusyawarah hanya dengan orang-orang yang bertakwa.



Leave a Reply

sixteen + five =