Bukti Hakiki Cinta kepada Nabi SAW.

Suatu saat Umar bin al-Khaththab ra. berkata kepada Rasulullah saw., ”Wahai Rasulullah, aku mencintai engkau dari segalanya, kecuali diriku.” Beliau bersabda, ”Tidaklah sempurna iman seseorang sebelum dia mencintai aku melebihi cintanya kepada dirinya sendiri.” Mendengar itu, Umar ra. berkata, ”Kalau begitu, sekarang aku mencintai engkau melebihi cintaku kepada diriku sendiri.” Beliau kembali bersabda, ”Sekarang, wahai Umar.” (HR al-Bukhari).

Cinta kepada Baginda Rasulullah saw. sejatinya bukanlah sekadar klaim. Setiap klaim cinta tentu butuh bukti. Jika demikian, apa bukti hakiki bahwa seorang Muslim mencintai Baginda Rasulullah saw.?

Terkait pertanyaan di atas, ada suatu kisah, bahwa seorang sahabat Rasulullah saw. suatu saat menghadiri majelis beliau dan berkata, ”Wahai Rasulullah, saya mencintai engkau melebihi cinta saya pada diri, harta dan keluarga saya sendiri. Jika saya berada di rumah, saya selalu memikirkan engkau. Saya tidak dapat bersabar hingga saya berjumpa dengan engkau. Saya selalu berpikir, bagaimana jadinya jika saya tidak dapat menjumpai engkau lagi karena engkau pasti akan meninggal, demikian juga saya. Engkau di akhirat nanti akan bersama para nabi, sedangkan saya tidak demikian. Itulah yang saya pikirkan, saya khawatir tidak akan bisa bersama engkau lagi.”

Rasulullah saw. hanya berdiam diri, tidak menjawab. Namun kemudian, turunlah wahyu Allah SWT (yang artinya): Siapa saja yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama-sama dengan orang-orang yang Allah beri nikmat yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah sebaik-baik teman. Itulah karunia Allah Yang Mahatahu (TQS an-Nisa’ [4]: 69-70) (Al-Kandahlawi, Fadhail al-A’mal, hlm. 760).



Leave a Reply

12 − 2 =