Amal yang Allah SWT Terima

Rasulullah saw. pernah berdoa seusai shalat Subuh. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (HR al-Baihaqi).

Hadis ini menunjukkan betapa urgennya amal yang Allah SWT terima. Sayang, tak semua amal manusia diterima oleh Allah SWT. Amal orang kafir, misalnya, meski baik dalam pandangan manusia, tetap tertolak di mata-Nya. Dalilnya antara lain firman Allah SWT (yang artinya): Kami menghadapi segala amal yang mereka (kaum kafir( kerjakan, lalu Kami menjadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (TQS al-Furqan [25]: 3).

Karena itu Islam adalah syarat pertama amal diterima Allah SWT (Lihat: QS Ali Imran [3]: 85).

Kedua, amal seorang Muslim pun belum tentu diterima, kecuali dasarnya adalah ikhlas semata-mata karena Allah SWT (QS al-Kahfi [18]: 110). Rasulullah saw. pun bersabda dalam Hadis Qudsi, “Aku (Allah) tidak membutuhkan sekutu. Siapa saja yang beramal dan mempersekutukan-Ku, Aku tinggalkan dia dan sekutunya.” (HR Muslim).

Ketiga, Islam dan ikhlas saja tidak cukup. Berikutnya, amal harus sesuai dengan tuntunan (sunnah) Nabi saw. Sabda beliau, “Siapa yang beramal tidak mengikuti perintah kami akan ditolak.” (HR Muslim).

Di sinilah pentingnya ilmu sebelum beramal. Imam Syafii berkata, “Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, amalnya akan ditolak/sia-sia.” (Matan Zubad, I/ 2).

Alhasil, intinya amal hanya diterima jika dasarnya adalah takwa, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Sungguh Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa (TQS al-Maidah [5]: 27).



Leave a Reply

18 + 3 =