Tunduk pada Syariah Konsekuensi Iman

Iman tak sekadar keyakinan di dalam kalbu. Iman juga tak sekadar kata-kata. Iman menuntut pula ketundukan kita secara total pada apa yang kita imani, yakni tunduk secara total kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ketundukan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya harus dibuktikan dengan ketaatan kita secara mutlak pada seluruh syariah-Nya. Allah SWT berfirman (yang artinya): Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi kalian (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Menurut Imam Al-Jazairi dalam Aysar at-Tafâsir, ayat di atas bermakna: tidak boleh kita memilah-milah dan memilih-milih syariah Islam sehingga yang sesuai dengan keinginan kita, kita amalkan, sementara yang tidak sesuai dengan hawa nafsu kita, kita tinggalkan. Akan tetapi, semua hukum Allah SWT tanpa kecuali harus kita amalkan. Inilah konsekunsi iman kita kepada Allah SWT.

Adapun sebagai konsekuensi iman kita kepada Rasulullah Muhammad saw., kita pun harus mengikuti apa saja yang beliau bawa, yang hakikatnya dari Allah SWT juga. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Tidak beriman (secara sempurna) seseorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (yakni syariah Islam, pen.).” (HR al-Baihaqi).

Hadis di atas sebetulnya merupakan penegasan belaka dari firman Allah SWT (yang artinya): Apa saja yang Rasul bawa, ambillah (amalkanlah). Apa saja yang Rasul larang, tinggalkanlah (TQS al-Hasyr [59]: 7).

Sudahkah perintah Allah SWT dalam ayat ini kita praktikkan?



Leave a Reply

4 × one =