Menyiapkan Bekal untuk ‘Hari Esok’

Setiap manusia pasti bakal mati. Perkara ini pasti dipahami oleh setiap Muslim. Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan (TQS al-Ankabut [29]: 57).

Selain pasti, kematian tak mungkin dihindari oleh siapapun. Di mana saja kalian berada, kematian akan menghampiri kalian kendati kalian di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (TQS an-Nisa’ [4]: 78).

Allah SWT juga menegaskan (yang artinya): Katakanlah, “Kematian yang berusaha kalian hindari itu pasti akan menghampiri kalian dan kalian akan dikembalikan kepada Zat Yang Maha tahu atas segala perkara yang gaib dan yang nyata..” (TQS al-Jum’ah [82]: 8).

Selain itu umur kita sangat pendek. Kesempatan hidup kita amat singkat. Selain ajal yang terus makin mendekat, Hari Kiamat itu amat cepat datangnya. Inilah yang Allah SWT tegaskan (yang artinya): Hai orang-orang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah SWT, dan perhatikanlah apa yang telah kalian persiapkan untuk hari esok.” (TQS al-Hasyr [59]: 18).

Jumhur mufassir sepakat, ‘hari esok’ yang dimaksud oleh ayat di atas adalah Hari Kiamat. Mengapa Hari Kiamat disebut ‘hari esok’? Karena begitu dekatnya kedatangan Hari Kiamat (Ash-Shabuni, Shafwah at-Tafâsir, 3/363). Analoginya: Jika kita ditanya, “Kapan Anda keluar kota?” Kita jawab, misalnya, “Insya Allah, besok.” Besok atau esok hari tentu hanya beberapa jam lagi saja sejak kita mengucapkan kata itu. Begitulah kira-kira dekatnya kedatangan Hari Kiamat dalam pandangan Allah SWT.

Pertanyaannya, bekal apa yang sudah kita siapkan untuk menghadap Allah SWT ‘esok hari’?



Leave a Reply

two × 2 =