Pilih Aturan Allah SWT atau Aturan Manusia?

Manusia tak mungkin hidup tanpa aturan. Tanpa aturan, manusia boleh jadi menjadi ‘srigala’ bagi manusia lainnya. Mereka bisa saling bersaing, berkonflik, bertengkar secara fisik, bahkan saling membunuh. Inilah yang ditegaskan oleh Allah SWT (yang artinya): andai Allah tidak menolak keganasan sebagian umat manusia atas sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini (TQS al-Baqarah [2]: 251). 

Karena itu adanya aturan sangatlah penting agar manusia terhindar dari ‘hukum rimba’. Persoalannya, aturan siapa yang layak dipakai untuk mengatur manusia? Apakah aturan manusia sendiri yang pasti punya banyak kelemahan dan kekurangan? Ataukah aturan yang pasti sempurna dari Pencipta manusia? Manusia yang berakal sehat tentu akan berpendapat bahwa aturan Penciptalah, yakni Allah SWT, yang layak mengatur kehidupan manusia. Itulah yang Allah SWT tegaskan dalam al-Quran: Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah bagi kaum yang yakin? (TQS al-Maidah [5]: 50).

Allah SWT menurunkan aturan-aturan-Nya ke dunia ini tentu demi kebaikan manusia, mustahil demi keburukan manusia. Konsekuensinya, kita semua harus menjalankan aturan-aturan Allah SWT (syariah Islam) agar kehidupan kita menjadi baik. Sedikit saja kita menyimpang dari syariah-Nya sebagimana tertuang dalam al-Quran, pasti kehidupan kita akan ditimpa keburukan. Itulah yang juga Allah SWT tegaskan (yang artinya): Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), bagi dia kehidupan yang sempit (TQS Thaha [20]: 124).

 



Leave a Reply

nine + seventeen =