Belajar kepada Yang Lebih Muda

Ilmu dan ulama pada dasarnya tak mengenal usia. Tentu banyak orang tua yang berilmu dan berstatus ulama. Namun, tak sedikit pula orang-orang muda yang berilmu dan juga bergelar ulama. Dalam hal ini seorang Muslim diperintahkan oleh Allah SWT untuk belajar kepada siapa saja yang dianggap berilmu, berapapun usia mereka. Tak peduli mereka sudah tua atau masih muda. Pasalnya, perintah untuk belajar kepada ahli ilmu bersifat umum, sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya): Bertanyalah kalian kepada ahli ilmu jika kalian tidak tahu (TQS al-Anbiya’ [21]: 43).

Terkait itu, ada seorang ulama besar bernama Imam Syamsuddin ar-Ramli. Ia adalah ulama besar Syafiiyah Mesir. Murid-muridnya kebanyakan adalah murid ayahnya, Imam Syihabuddin ar-Ramli yang telah wafat. Salah seorang murid beliau adalah ulama besar Syaikh Nashiruddin ath-Thablawi. Saat itu usia Imam Syamsuddin ar-Ramli setaraf dengan usia putra Syaikh ath-Thablawi.

Karena berguru kepada orang yang usianya jauh lebih muda, banyak cibiran yang ditujukan kepada ath-Thablawi. Namun, semua itu tidak beliau hiraukan. “Aku tidak berguru kepada dia jika memang aku telah memperoleh ilmu yang tidak aku ketahui.” (Khulashah al-Atsar, III/329-333).

Alhasil, belajar itu bisa kepada siapa saja; kepada yang tua atau yang muda. Yang penting mereka berilmu. Yang lebih penting lagi, belajarlah kepada orang yang ilmunya mewujud dalam amalnya.



Leave a Reply

1 × two =