Keutamaan Mengupayakan Nafkah Halal

Tak sedikit kaum bapak yang sudah memiliki tanggungan anak-istri atau para lelaki dewasa yang memiliki beban keluarga yang harus dinafkahi tak bersemangat alias malas-malasan dalam mencari nafkah, tentu dengan berbagai alasan. Entah dengan alasan tak punya keterampilan, tak punya ijazah, lapangan kerja yang makin sulit, atau memang karena memiliki sifat pemalas saja. Padahal, selain wajib, mencari nafkah merupakan salah satu amal ibadah yang utama. Tentang kewajiban mengusahakan nafkah halal untuk anak-istri, Allah SWT telah berfirman (yang artinya): Kewajiban para ayah adalah memberikan makan dan pakaian kepada mereka dengan cara yang patut (TQS al-Baqarah [2]: 233).

Adapun tentang keutamaan mencari nafkah, di dalam salah satu hadisnya, Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh di antara banyak dosa itu, ada dosa yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, puasa, haji atau umroh; namun hanya dapat ditebus dengan kesusahpayahan dalam mencari nafkah.” (HR ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan al-Haitsami).

Selain itu, betapapun seorang Muslim banyak melakukan shalat dan puasa, tentu shalat dan puasanya tidak akan menggugurkan dosanya, yakni berupa keenggannya mengupayakan nafkah bagi keluarganya.

Keutamaan lainnya juga disebutkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya, “Dirham yang paling utama adalah dirham yang diberikan kepada keluargamu.” (‘Ashim an-Namri al-Qurthubi, 1/711).

Alhasil, jangan sepelekan upaya mencari nafkah yang halal bagi keluarga karena hal itu adalah salah satu jalan untuk mengugurkan dosa, selain tentu berpahala.



Leave a Reply

5 × 1 =