Hamdalah Empat Kali atas Musibah

Setiap orang pasti pernah ditimpa musibah yang dianggap buruk dalam pandangannya. Namun, tidak setiap orang merespon musibah yang buruk dengan respon yang sama. Ada yang sabar dan menerima setiap musibah apapun yang menimpa. Ada juga yang tidak sabar dan bahkan cenderung menyalahkan Allah SWT. Padahal jelas, musibah seluruhnya adalah atas kehendak Allah SWT. Karena itu musibah apapun harus disikapi dengan sabar dan sikap positif. Allah SWT berfirman (yang artinya): Setiap musibah (bencana) yang menimpa di bumi dan yang menimpa diri kalian sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian mudah bagi Allah. Agar kalian tidak bersedih hati atas apa yang luput dari kalian dan tidak pula terlalu gembira atas apa yang Dia berikan kepada kalian. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri (TQS al-Hadid [57: 22-23).

Bersikap sabar atas musibah wajar belaka dan biasa saja. Yang luar biasa adalah jika orang bersyukur atas musibah (bencana) yang menimpa dirinya. Itulah antara lain yang ditunjukkan oleh Qadhi Suraih. Ia pernah menyatakan bahwa jika ia tertimpa musibah maka ia biasa mengucapkan hamdalah sebanyak empat kali. “Pertama, aku mengucapkan hamdalah karena tidak tertimpa musibah yang lebih berat. Kedua, aku mengucapkan hamdalah karena aku dianugerahi kesabaran atasnya. Ketiga, aku mengucapkan hamdalah karena dengan itu aku mengucapkan kalimat istirja’ hingga aku memperoleh pahala. Keempat, aku mengucapkan hamdalah karena musibah itu tidak menimpa agamaku,” katanya (Adz-Dzahabi, Siyar A’lâm an-Nubalâ’, IV/101).

Bagaimana dengan kita?



Leave a Reply

2 × four =