Menikah, Jadikan Takwa Motif Utama

Menikah memang merupakan perintah Allah SWT (QS an-Nur [24]: 32) sekaligus sunnah Rasul-Nya (HR Ahmad) yang sangat layak dilakukan oleh setiap Muslim yang sudah memiliki kesanggupan untuk menikah. Namun demikian, tentu penting bagi setiap Muslim untuk menetapkan sekaligus memantapkan terlebih dulu niat yang lurus sebelum memutuskan untuk menikah.  Dalam hal ini Rasulullah saw. telah mengajari kita melalui sabdanya, “Wanita itu dinikahi karena empat hal: kekayaannya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Siapa saja yang menikahi wanita karena agamanya, sungguh dia beruntung.” (HR al-Bukhari).

Apa yang disabdakan oleh Rasulullahs aw. sudah banyak terbukti. Banyak orang menikah karena kekayaan pasangannya, atau karena kegantengan/kecantikan pasangannya atau karena kehebatan keturunan pasangannya. Banyak pula yang menikah karena ketiga-tiganya ada pada pasangannya. Namun, fakta banyak bicara, tak semua pasangan yang menikah karena salah satu atau ketiga motif di atas meraih kebahagiaan yang hakiki. Betapa banyak pasangan yang kaya, dengan istri cantik dan suami /ganteng, juga dari keturnan ‘terhormat’ yang rumah tangganya sering dilanda prahara. Sebagian bahkan banyak yang berujung perceraian. Mengapa? Karena sejak awal faktor agama (ketakwaan) pasangan tidak dijadikan motivasi utama saat memutuskan untuk menikah. Namun sebaliknya, tak sedikit pasangan yang menikah meski masing-masing tidak kaya, tidak cantik/tidak ganteng dan dari keturunan biasa-biasa saja bisa hidup bahagia. Mengapa? Tidak lain karena sejak awal mereka menjadikan faktor agama (ketakwaan) pasangan sebagai motif utama saat mereka mutuskan untuk menikah.



Leave a Reply

3 + nineteen =