Menjadi Orang yang Paling Bermanfaat

Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR ath-Thabrani dan ad-Daruquthni)

Dalam riwayat lain, Ibnu Umar menuturkan bahwa seorang lelaki pernah mendatangi Rasulullah saw. dan bertanya,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah? Lalu amal apakah yang paling Dia cintai?” Rasulullah saw. menjawab, ”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Adapun amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam kalbu seorang Muslim, atau engkau menghilangkan suatu kesulitan, atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Sungguh aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan adalah lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini yaitu Masjid Madinah selama satu bulan…Siapa saja yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (Hari Perhitungan).” (HR ath-Thabrani).

Dalam hadis di atas jelas, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi, saat kita memberikan manfaat kepada orang lain, pada dasarnya manfaat itu pun akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Demikian sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya): Jika kalian berbuat baik, sungguh kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (TQS al-Isra’ [17]: 7).

Pertanyaannya: Sudahkah kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain?



Leave a Reply

14 − thirteen =