Wajib Saling Menasihati Sesama Muslim

Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah mensyaratkan kepada Jarir bin Abdullah—ketika datang untuk membaiat beliau atas Islam—agar menyampaikan nasihat kepada setiap Muslim (Al-Bukhari, Shahîh al-Bukhârî, I/22).

Dalam hadis ini, menasihati setiap Muslim disyaratkan sebagai salah satu bentuk kesetiaan pada Islam. Dengan kata lain, seseorang belum dikatakan sempurna kesetiaannya pada Islam jika mengabaikan urusan menasihati sesama Muslim. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap masalah nasihat-menasihati sesama Muslim. Hal ini wajar karena, sebagaimana sabda Nabi saw. sendiri, “Ad-Dîn nashîhah (Agama adalah nasihat).”

Bahkan di dalam al-Quran disebutkan bahwa di antara orang yang dikecualikan dari golongan orang-orang yang merugi adalah mereka yang biasa saling menasihati di dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam hal ini Allah SWT berfirman (yang artinya): Demi masa. Sungguh manusia benar-benar ada dalam kerugian; kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran (TQS al-‘Ashr [103]: 1-3).

Ayat di atas tentu berlaku umum. Ayat tersebut bukan hanya ditujukan kepada para ulama, kiai, ustadz, atau tokoh agama saja; tetapi kepada setiap Muslim yang memang tidak ingin merugi di dunia dan akhirat. Karena itu untuk menyampaikan nasihat tidak harus pemberi nasihat itu tokoh agama. Bisa saja ia orang awam atau mereka yang dianggap tidak sebaik keilmuan dan akhlaknya dibandingkan dengan para ulama.

 

 



Leave a Reply

3 × 5 =