Ikhlas Menentukan Keshalihan Amal

Allah SWT berfirman (yang artinya): Tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan tulus ikhlas menjalankan agama-Nya semata-mata, dengan lurus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat. Itulah agama yang benar (TQS al-Bayyinah [98]: 5).

Allah SWT pun berfirman (yang artinya): Sama sekali tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah hewan korban itu. Namun, yang akan sampai kepada Dia hanyalah ketakwaan kalian  (TQS al-Haj [22]: 37)

Allah SWT juga berfirman (yang artinya): Katakanlah (Muhammad), “Sekalipun kalian semua sembunyikan apa saja yang ada di dalam hati kalian ataupun kalian tampakkan, pasti itu diketahui juga oleh Allah.” (TQS Ali-lmran [3]: 29)

Rasulullah saw. pun bersabda, “Sungguh amal perbuatan itu bergantung pada niatnya dan sungguh bagi setiap orang itu apa saja yang telah ia niatkan. Karena itu siapa saja yang hijrahnya itu semata-mata karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu pun kepada Allah dan Rasul-Nya. Siapa saja yang hijrahnya itu demi harta yang hendak dia raih, ataupun demi seorang wanita yang hendak dia nikahi, maka hijrahnya pun pada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Alhasil, dalam beramal—apapun amal itu selama diperintahkan atau dibolehkan oleh syariah—marilah ikhlaskan niat semata-mata karena Allah SWT agar kita senantiasa mendapatkan ridha-Nya.



Leave a Reply

1 × four =