Pentingnya Muhâsabah Diri

Baginda Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Syaddad bin Aus ra., “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR at-Tirmidzi).

Di antara pengertian “orang yang mengendalikan hawa nafsunya” (man dana nafsahu) dalam hadis di atas adalah orang yang slelau menghisab dirinya di dunia sebelum dirinya dihisab pada Hari Kiamat. Terkait dengan hadis ini Umar bin al-Khatthab ra, pernah berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah SWT kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sungguh hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab diri ketika di dunia.” (Lihat: Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Jami’at At-Tirmidzi).

Karena itu tentu penting bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah setiap saat. Tentang pentingnya muhasabah ini, Imam Hasan al-Bashri pernah bertutur:

“Sungguh seorang Mukmin adalah penanggung jawab atas dirinya. (Karena itu hendaknya) ia senantiasa mengintrospeksi diri kerena Allah SWT.”

“Hisab (perhitungan amal) pada Hari Akhir nanti akan terasa lebih ringan bagi suatu kaum yang (terbiasa) menghisab diri mereka saat  di dunia.”

“Sungguh seorang Mukmin di dunia ini bagaikan tawanan yang (selalu) berusaha untuk terlepas dari perbudakan. Dia tidak pernah merasa aman dari sesuatupun hingga dia menghadap Allah, karena dia mengetahui bahwa dirinya akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu.”

“Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasihat dari dirinya sendiri dan menghisab diri merupakan perkara yang paling diutamakan.”

(Hasan al-Bashri, Al-Mawâ’izh, hlm. 39-41).



Leave a Reply

3 + 11 =