Kesombongan Hanya Milik Allah SWT

Rasulullah Muhammad saw. pernah bersabda bahwa Allah SWT telah berfirman, “Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Karena itu, siapa saja yang merampas salah satunya dari-Ku, pasti Aku akan melemparkannya ke dalam api neraka. (HR Abu Dawud dan Ibn Majah).

Setidaknya ada dua ‘ibrah (pelajaran) yang dapat dipetik dari hadis qudsi di atas. Pertama: terkait dengan keimanan, seorang Muslim harus meyakini bahwa Allahlah yang pantas memiliki sifat sombong (al-kibr) dan takabur (at-takabbur). Ini adalah berdasarkan klaim Allah sendiri di dalam al-Quran yang menyifati Diri-Nya dengan Al-Mutakabbir, yang bisa bermakna ‘Yang Mahasombong’ atau ‘Yang Mahatakabur’ (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 23). Menurut al-Qurthubi, ketika menafsirkan ayat ini, Allah SWT menamai Diri-Nya dengan Al-Mutakabbir karena Allah sendiri menganggungkan Diri-Nya sebagai Pencipta alam ini (takabbara bi rubûbiyyatihi).

Kedua: Terkait dengan akhlak. Menurut al-Qurthubi pula, seraya mengutip hadis di atas, sifat sombong dan takabur pada Allah adalah terpuji, sedangkan sifat sombong dan takabur pada manusia adalah tercela. Dalam hadis ini, jelas Allah telah mengaitkan ancaman api neraka—sebagai qarînah—dengan sifat sombong dan takabur, yakni bahwa siapa saja yang memiliki kesombongan dan ketakaburan, niscaya Dia akan melemparkan dirinya ke dalam api neraka. Karena itu, berdasarkan hadis ini, seorang Muslim diharamkan untuk memiliki sifat sombong dan takabur. Apalagi Nabi saw. secara lebih tegas pernah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam kalbunya ada sebesar atom saja dari sifat sombong.” (HR Muslim).



Leave a Reply

one × 3 =