Allah SWT Menjaga al-Quran

Secara bahasa al-Quran berasal dari kata qa-ra-a yaq-ra-u qur’-an-[an]. Makna harfiah seperti ini dinyatakan dalam firman Allah SWT (yang artinya): Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkan al-Quran (di dadamu) dan (membuat kamu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakan al-Quran maka ikutilah bacaannya itu (QS al-Qiyamah [75]: 16-18).

Adapun dalam konotasi syariah para ulama ushul dan kalam telah mendefinisikan al-Quran dengan definisi yang beragam. Namun, di antara definisi yang terbaik dan berkualitas adalah yang didefinisikan oleh Ali Hasan dalam kitabnya, Al-Manâr. Ia menyatakan, “Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang berupa mukjizat, diturunkan kepada Muhammad saw. dan dinukil kepada kita secara mutawatir, serta dinilai beribadah ketika membacanya.”

Al-Quran memiliki beberapa nama, seperti al-Kitab (QS al-Baqarah [2]: 2), al-Furqan yang artinya pembeda antara benar dan salah (QS al-Furqan [25]: 1), adz-Dzikr yang berarti peringatan (QS al-Hijr [15]: 9), dan at-Tanzil yang artinya yang diturunkan (QS asy-Syu’ara [26]: 192).

Al-Quran merupakan mukjizat yang sampai kepada kita secara mutawatir. Allah SWT berfirman (yang artinya): Tidak datang padanya kebatilan dari sebelum dan sesudahnya, diturunkan dari Zat Yang Mahabijak dan Maha Terpuji (TQS Fushshilat [41]: 42).

Al-Quran adalah kitab suci yang dijaga dengan penjagaan Allah SWT sendiri, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Sesunguhnya Kami telah menurunkan al-Quran dan Kami pasti akan menjaganya (TQS al-Hijr [15]: 9).



Leave a Reply

fifteen − 11 =