Manusia Terbaik: Yang Paling Bermanfaat bagi Orang Lain

Yahya bin Muadz ra. pernah berkata,”Hendaknya setiap Mukmin memperoleh tiga macam perlakuan darimu: Jika kamu tidak dapat memberi dia sesuatu manfaat maka janganlah kamu membahayakan dirinya; jika kamu tidak bisa membahagiakan dia maka janganlah kamu membuat dia sedih; dan jika kamu tidak memuji dia maka janganlah kamu mencela dirinya.”

Terkait pernyataan di atas, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain merupakan perkara yang sangat dianjurkan oleh Islam. Bahkan Rasulullah saw. menyebut orang yang bermanfaat bagi orang lain sebagai orang terbaik, sebagaimana sabdanya,”Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR ath-Thabrani dan ad-Daruquthni).

Lebih dari itu orang yang bermanfaat bagi orang lain adalah orang yang paling Allah cintai. Terkait itu, Ibnu Umar menuturkan bahwa seseorang pernah datang kepada Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah? Apa pula amal yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla?” Beliau menajwab, “Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam hati seorang Muslim, atau engkau menghilangkan suatu kesulitan dari dirinya, atau engkau melunasi utangnya, atau menghilangkan kelaparannya. Sungguh aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan.” (HR ath-Thabrani).



Leave a Reply

fifteen − 1 =